Labels

Sunday, December 21, 2014

~ Benarkah Mimpi Indah? ~



Dia yang menjadi harianku dalam penantian surat.
Aku rasanya ingin sekali mengetahui dengan cepat perasaan dia kepadaku.
Aku ingin dia mengerti bahwa perasaanku takkan berubah sedikitkpun kepada dia.
Hari selalu berlalu hingga datang saat titik jenuhku menunggu surat dia.
Surat selalu pak pos kirimkan, namun bukan dari sang pangeran harianku yang mengirim.
lalu kemana dia ? Apakah dia pergi begitu saja setelah membuatku sedikit bangkit dari keterpurukan ?
Aku beranikan diri untuk mengirim surat kepdanya, tak peduli orang tuanya yang menerima.
Akan aku katakan bahwa jangan dia memberi ku harapan bila memang itu tidak berdasarkan dengan harapan. Aku memang tak mengharapkannya tapi sungguh dia telah membuatku seakan dia memaksaku untuk berharap.
Aku kirimkan surat itu melalui pak pos yang sedia tak ku bayar.
2 hari kemudian, pak pos memberiku surat, dia kata dari sang pangeran harian ku yang selalu aku nanti, ternyata dia tau tentang pangeranku. Dan saat aku baca sungguh semua diluar kendaliku.
Dia berkata 'sudahlah tak usah berharap bila memang kau anggap seperti itu, tak usah kau tunggu suratku setiap hari. Tak usah kau tunggu dan ladeni suratku ini. Dan semua itu Beres'.
Sebegitu gampangkah dia berkata?! Oh sungguh kini aku yakin bahwa dia hanyalah seorang pembawa kuburukan dan bukan seorang pangeran harianku.
Ingin rasanya aku tak pernah mengenalnya sejak dulu bila memang akhirnya seperti ini.
Surat darinya? Surat yang telah terteteskan air mataku itu tlah aku berikan kepada sang perubah kertas, aku berikannya kepda dia ditengah malam dan dalam beberapa menit saja dia telah mengubah kertas surat usang itu menjadi sebuah debu yang akan hilang dengan berlarinya angin malam distu. Dan berakhirlah penantian absurt dalan hidupku ini tentang sang surat yang sungguh tak pernah terwujud dalam mimpi indah..

1 comment:

  1. Bermimpilahh, hingga kamu pun menyadari , bahwa dengan mimpi kamu dapat menggapai perjuangan yang kamu perjuangkan :)

    ReplyDelete